HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM ORGANISASI KANTOR
Thursday, June 13, 2013 | 0 comment(s)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam perusahaan maupun organisasi sosial semakin berorientasi
pada masyarakat luas, untuk itu diperlukan strategi yang tepat, salah satu cara
yang dapat ditempuh adalah dengan membentuk Sumber Daya Manusia yang mampu
bekerja secara bersama-sama, selain itu perusahaan atau organisasi sangat
penting untuk memberikan kondisi lingkungan yang membuat karyawan atau anggota
nyaman saat bekerja sehingga dapat menciptakan kelompok kerja yang solid dan
memiliki semangat kerja yang tinggi , dimana pada akhirnya akan membentuk sikap
perilaku karyawan atau anggota sesuai dengan visi dan misi yang ingin dicapai.
Dalam mewujudkan tercapainya tujuan sebuah organisasi perlu
didukung oleh semua pihak dalam organisasi, pihak-pihak yang dimaksud adalah
para manager atau pimpinan organisasi dan para bawahan atau karyawan. Dengan
demikian berarti sebuah organisasi atau perusahaan harus mampu menciptakan suasana
sinkron dan kondusif, dimana pimpinan organisasi mampu bekerjasama dengan
karyawan serta mengarahkan tujuan organisasi secara efektif sehingga para
karyawan merasakan bahwa tujuan tersebut merupakan tujuan mereka atau tujuan
bersama.
Ketika suatu organisasi atau perusahaan didirikan, harapan yang
ingin dicapai adalah mendapatkan kesuksesan dalam setiap langkah dan tindakan
yang dilakukan sehingga pada akhirnya akan tetap bertahan ( survive ) dalam
jangka waktu lama. Akan tetapi saat ini perubahan lingkungan bisnis yang
dihadapi oleh organisasi cepat berubah dan tidak dapat diprediksi.
Persaingan dan perubahan yang begitu cepat
terjadi menuntut upaya-upaya terobosan perusahaan atau institusi secara
proaktif mengkonsolidasikan diri dalam rangka penguatan keunggulan bersaing.
Untuk dapat unggul dalam bersaing dan tetap bertahan, maka perusahaan harus
adaptif dan lebih fleksibel. Hal ini seringkali menuntut perusahaan untuk
melakukan perubahan dalam perusahaan itu sendiri. Perubahan tidak akan berjalan
lancar apabila tidak adanya niat baik, hubungan antar manusia ( human
relation ) dari orang-orang yang ada didalam organisasi, baik itu pada
tingkat manajer maupun para karyawan.
Hubungan antar manusia ( human relation ) adalah komunikasi antar
pribadi yang manusiawi, berarti komunikasi yang telah memasuki tahap psikologis
yang komunikator dan komunikasinya saling memahami pikiran, perasaan dan
melakukan tindakan bersama. Ini juga berarti bahwa apabila kita hendak
menciptakan suatu komunikasi yang penuh dengan keakraban yang didahului oleh
pertukaran informasi tentang identitas dan masalah pribadi yang bersifat
sosial.
Interaksi karyawan dalam lingkungan perusahaan/organisasi/instansi
merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan yang mana akan menimbulkan tingkat kepuasan
kerja karyawan, situasi lingkungan perusahaan dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya antara karyawan yang satu dengan yang lain tidak terlepas dari
interaksi satu sama lainnya demi kelancaran dan keharmonisan kerja. Dengan
sarana hubungan yang nyaman akan lebih betah dan senang dalam menyelesaikan
tugas. Hubungan antar manusia ( human relation ) dalam perusahaan merupakan hal
yang penting karena merupakan jembatan antara karyawan dengan sesama karyawan
maupun karyawan dengan pimpinan.
Dengan demikian yang terpenting dalam mewujudkan human relation
adalah bagaimana kita memahami hakekat manusia dan kemanusiaan serta bagaimana
kita mampu menerima orang lain di luar diri kita dengan apa adanya agar
tercipta suasana kerja yang harmonis dan baik yang dapat meningkatkan semangat
kerja yang akan mempengaruhi juga hasil pekerjaannya.
BAB II
PERMASALAHAN
A. Rumusan Masalah
1. Apa
Pengertian dari Hubungan Masyarakat ?
2. Bagaimana Peran
Hubungan Masyarakat dalam Intern Kantor sebagai
Peningkatan
Kerja?
3. Apa saja yang menjadi Unsur – Unsur dan Tugas Hubungan Masyarakat
?
B.
Tujuan
- Mengetahui dan mendapat informasi tentang apa itu Hubungan Masyarakat.
- Mengetahui peran Hubungan Masyarakat dalam Intern Kantor sebagai peningkatan kerja.
- Mengetahui apa saja yang menjadi Unsur-unsur terbentuknya tatanan dalam Hubungan Masyarakat.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Human
Relation ( Hubungan Antar Manusia )
Hubungan manusiawi adalah terjemahan dari human relation.
Orang-orang juga ada yang menterjemahkan menjadi ” hubungan manusia ” atau juga
diterjemahkan ” hubungan antarmanusia ”, yang sebenarnya tidak terlalu salah
karena yang berhubungan satu sama lain adalah manusia.
Hanya saja, disini sifat hubungan sesama manusianya tidak seperti
orang berkomunikasi biasa, bukan hanya merupakan penyampaian suatu pesan oleh
seseorang kepada orang lain, tetapi hubungan antara orang-orang yang
berkomunikasi dimana mengandung unsur-unsur kejiwaan yang amat mendalam.
Dikatakan bahwa hubungan manusiawi itu merupakan suatu komunikasi
karena sifatnya yang orientasi pada perilaku ( action oriented ) , hal ini
mengandung kegiatan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang.
” Hubungan Antar Manusia ( Human Relation ) ” adalah interaksi
antara seseorang dengan orang lain baik dalam situasi kerja atau dalam
organisasi kekaryaan. Ditinjau dari kepemimpinannya, yang bertanggung jawab
dalam suatu kelompok merupakan interaksi orang-orang menuju situasi kerja yang
memotivasi untuk bekerjasama secara produktif, sehingga dicapai kepuasan
ekonomi, psikologis dan sosial.
Ada dua pengerian
hubungan manusiawi, yakni hubungan manusiawi dalam arti luas dan hubungan
manusiawi dalam arti sempit:
1). Hubungan
manusiawi dalam arti luas
Hubungan manusiawi dalam arti luas adalah interaksi antara
seseorang dengan orang lain dalam segala situasi dan dalam semua bidang
kehidupan. Jadi, hubungan manusiawi dilakukan dimana saja; bisa dilakukan
dirumah, dijalan, didalam kendaraan umum (misal bis atau angkutan kota) dan
sebagainya.
2). Hubungan manusiawi dalam arti sempit
Hubungan manusiawi dalam arti sempit adalah juga interaksi antara
seseorang dengan orang lain. Akan tetapi, interaksi disini hanyalah dalam
situasi kerja dan dalam organisasi kerja (work organization)
B. Peran Human Relation
dalam Organisasi Kantor sebagai Peningkatan Kerja
Human Relation adalah kegiatan rohaniah, yaitu kegiatan rohaniah
yang menyangkut watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap dan tingkah laku
menuju kepuasan hati, proses ini berlangsung pada dua atau tiga orang yang
terlibat dalam komunikasi antar personal yang bersifat dialogis. Sehingga,
masing-masing mengetahui, sadar dan merasakan efeknya. Jika semuanya merasa
senang maka kegiatan human relation yang dibangun berhasil, namun. Jika tidak
menimbulkan rasa puas maka kegiatan human relation itu gagal. Untuk
mempraktekan human relation, seorang pemimpin perlu mempelajari sifat tabiat
karyawan, juga tingkah laku mereka dalam hidup berkelompok dan bermasyarakat.
Manusia tidak hanya mempunyai kemampuan vegetatif (makan, minum dan berkembang
biak), Kemampuan sensitif (bergerak, mengamati, bernafsu dan berperasaan) dan
juga kemampuan intelektif (memiliki hasrat dan kecerdasan), tetapi sifat-sifat
rohaniah dan jasmaniah turut membentuk jiwa, sifat dan tingkah lakunya.
Sebagaimana manusia pada umumnya, para karyawan juga terdiri dari orang-orang
extravert, ambivert dan introvert dengan kebiasan-kebiasan berpikir dan
berperasaan yang berbeda. Hal ini penting untuk diketahui pimpinan manajer dan
eksekutif. Dengan demikian para pemimpin dapat memahami mengapa seorang
karyawan memiliki sifat tabiat tertentu, dan ini akan memudahkan memecahkan
masalah yang dihadapi karyawan. Masalah yang dihapadi oleh karyawan baik dirumah
maupun ditempat kerja akan mempengaruhi produktivitas karyawan tersebut. Dengan
kemampuan human relation yang baik seorang pimpinan akan dapat memecahkan
masalah para karyawannnya.
Kunci aktivitas Human Relation adalah motivasi, motivasi adalah
kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil
suatu tindakan yang dikehendaki. Jadi, motivasi berarti membangkitkan motif,
daya gerak atau menggerakan seseorang atau diri sendiri untuk bertindak dalam
rangkat mencapai suatu tujuan, jika seorang pimpinan memotivasi para karyawan
untuk bekerja dengan giat, harus berdasarkan kebutuhan para karyawan yang
memuaskan, yaitu kebutuhan akan upah yang sesuai dengan pekerjaan yang mereka
lakukan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari, penghargaan
atas pekerjaannya dan lain sebagainya,
Pemimpin dapat mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas karyawan dan
mengkooperasikan hasrat-hasrat mereka untuk dapat bekerja bersama-sama, dalam
hal ini komunikasi memegang peranan penting, Human Relation seperti dijelaskan
diatas adalah komunikasi persuasif. Hubungan manusiawi memiliki pengaruh yang
besar dan menembus kehidupan organisasi, karena merupakan jembatan antara
karyawan dengan sesama karyawan maupun karyawan dengan pimpinan. Bila kondisi
untuk hubungan interpersonal yang baik hadir, kita juga cenderung menemukan
respons-respons positif terhadap pimpinan, sikap tanggap atas
kebutuhan-kebutuhan pribadi dan organisasi, kepekaan terhadap perasaan pegawai,
dan kesediaan untuk berbagi informasi. Semua ini adalah prasyarat untuk
komunikasi ke atas dan ke bawah yang efektif, agar tercipta suasana kerja yang
harmonis dan baik yang dapat meningkatkan semangat kerja yang akan mempengaruhi
juga hasil pekerjaannya.
Seperti dijelaskan diatas, kunci dari kegiatan Human Relations
adalah motivasi yang dapat mendorong kinerja karyawan, seorang pimpinan harus
dapat memahami kebutuhan karyawan dan harus menyesuaikan penghargaan yang
diberikan kepada karyawan tersebut, seperti : gaji yang layak, pemberian cuti,
dan promosi jabatan bagi karyawan. Peningkatan karir dalam kaitannya dengan
Human Relations adalah sebagai motivasi bagi karyawan, dengan demikian karyawan
akan menunjukan loyalitasnya kepada perusahaan dengan bekerja secara maksimal.
Peningkatan karir yang diberikan perusahaan kepada karyawannya
akan mempengaruhi organsasi dan kinerja karyawan, dimana peningkatan karir
merupakan pendekatan formal yang dilakukan organisasi atau perusahaan untuk
menjamin orang-orang yang ada didalamnya mempunyai kualifikasi dan kemampuan
serta pengalaman yang cocok ketika dibutuhkan, oleh karena itu. Sebuah
organisasi perlua mengelola karir dan mengembangkannya agar produktivitas
karyawan tetap terjaga dan mampu mendorong karyawan untuk selalu melakukan hal
yang terbaik dan menghindari frustasi kerja yang berakibat penurunan kinerja
perusahaan, pengelolaan dan pengembangan karir akan meningkatkan efektivitas
dan kreativitas sumber daya manusia yang dapat menumbuhkan komitmen yang kuat
dan meningkatkan kinerjanya dalam upaya mendukung perusahaan untuk mencapai
tujuannya.
Jika dalam sebuah organisasi tidak memiliki manajemen yang baik
dalam pengelolaan dan pengembangan karir maka akan muncul ketidakpuasan dari
karyawan terhadap kinerja pimpinan perusahaan dan produktivitas organisasi akan
berjalan lambat karena karyawan merasa kesempatan untuk mendapatkan jenjang
karir didalam organisasi. Jadi, pengembangan karir merupakan hal yang penting
untuk mendorong kinerja karyawan,
C. Unsur - unsur humas
a)
Citra positif ( Good image )
b)
Kemauan baik ( good will )
c)
Saling menghargai ( Mutual apreciasen )
d)
Saling timbul pengertian ( Mutual understanding )
e)
Toleransi ( tolerance )
Di samping itu Hubungan Masyarakat memiliki Tugas, Sebagai berikut :
ü Tugas ke dalam dan keluar Human Relation
a) Membina hubungan kedalam ( public
internal )
Yang dimaksud dengan public internal yaitu public yang
menjadi bagian dari unit / badan / perusahaan atau orgnisasi itu sendiri.
Seorang PR harus mampu mengidentifikasi atau mengenal hal-hal yang menimbulkan
gambaran negative dalam masyarakat, sebelum kebijakan itu dijalankan oleh
organisasi.
b)
Membina hubungan keluar (public
eksternal)
Yang
dimaksud dengan public eksternal yaitu public umum (masyarakat). Mengusahakan tumbuhnya
sika dan gambaran public yang positif terhadap lembaga yang diwakilinya.
KESIMPULAN
- Hubungan Antar Manusia ( Human Relation ) adalah interaksi antara seseorang dengan orang lain baik dalam situasi kerja atau dalam organisasi kekaryaan. Ditinjau dari kepemimpinannya, yang bertanggung jawab dalam suatu kelompok merupakan interaksi orang-orang menuju situasi kerja yang memotivasi untuk bekerjasama secara produktif, sehingga dicapai kepuasan ekonomi, psikologis dan sosial.
- Human Relation merupakan jembatan penghubung yang menghubungkan antara atasan dan bawahan, bawahan dengan atasan dan bawahan dengan bawahan. Untuk menciptakan kepuasan dalam bekerja sehingga meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
- Dengan kemampuan human relation yang baik seorang pimpinan akan dapat memecahkan masalah para karyawannnya.
- Kunci aktivitas Human Relation adalah motivasi.
- Human Relation adalah komunikasi persuasif. Dengan melaksanakan human relation itu pimpinan organisasi atau pimpinan kelompok dapat melakukan komunikasi dengan para karyawannya secara manusiawi untuk menggiatkan mereka bekerja bersama-sama, sehingga hasil yang diperoleh dapat memuaskan.
·
Human relation dalam organisasi merupakan hal
yang penting karena merupakanjembatan antara karyawan dengan sesama karyawan
maupun karyawan dengan pimpinan.
·
Human Relation memegang peranan penting dalam
hubungan internal karena dapat memecahkan berbagai masalah yang
menyangkut faktor manusia dalam organisasi.
Benturan psikologis dan konflik antara
kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi, bukan
hanya pimpinan dengan karyawan. Tetapi juga karyawan dengan
karyawan yang berpotensi mengganggu kelancaran organisasi dalam
mencapai tujuan.
·
Pengembangan karir merupakan cara untuk memotivasi
karyawan untuk mendapatkan loyalitas karyawan dalam bekerja sehingga
produktivitas karyawan meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber
Buku :
·
Effendi, Onong Uchana. 2000. Ilmu Teori &
Filsafat Komunikasi, PT Citra Aditya Bakti, Bandung
·
Wibowo, Felicia Dewi, 2006. Analisis Pengaruh
Peran Kepemimpinan dan Pengembangan Karir Terhadap Komitmen Organisasi dalam
Meningkatkan Kinerja Karyawan, Tesis, Program Magister Manajemen, Universitas
Diponegoro, Surakarta
·
Prabowo,Ovisetya, 2008. Analisis Pengaruh Human
Relation, Kondisi Fisik Lingkungan Kerja dan Leadership Terhadap Etos Kerja
Karyawan Kantor Pendapatan Daerah di Pati, skripsi, Program Strata 1 Manajemen,
Universitas Muhammadiyah, Surakarta
·
Cianni, Mary, dan Donna Wnuck, 1997, Individual
Growth and Team Enhancement: Moving Toward a New Model of Career Development,
Academy of Management excecutive, Vol 11, No.1, 1997 Davis, Keith, 1962, Human
Relations at Work, Mc. Graw-Hill Book Company, Ltd., Tokyo.
·
Sumber website :
dhika.2010.human
relation.html.maple.blogspot.com ( 07 Oktober 2012 )
>






