Manajemen Pembangunan ( Dalam Ekonomi Tehnik)
Sunday, June 16, 2013 | 0 comment(s)
Manajemen Pembangunan ( Dalam
Ekonomi Tehnik)
Manajemen Pembangunan ( Dalam Ekonomi Tehnik)
Oleh : Bayu Pramutoko, SE,MM
( Dosen Fak. Ekonomi Univeritas Islam Kadiri)
—- Disampaikan dalam BINTEK
Kimpraswil
Pemda Kab. Kediri, 29 Juni
2009 —-
Pembangunan
adalah proses menuju perubahan, perkembangan dari suatu kesulitan menuju kearah
kemudahan. Pembangunan juga merupakan pembebasan dari kesengsaraan. Maka
pembangunan merupakan konsep permberdayaan manusia untuk mencapai tujuan aman,
tentram, sejahtera dan sentosa bagi umat manusia.
Teori
pembangunan belakangan ini tidaklah ditujukan semata-mata pada penjelasan
mengapa tidak terjadi pertumbuhan yang pesat di kalangan bangsa-bangsa
berkembang. Teori itu juga menyelidiki faktor-faktor dasar yang merangsang
pembangunan dan proses-proses antar-sektor serta antar-masa yang menjadi
penyebab terjadinya pengumpulan serta pertumbuhan modal.
Maka
selanjutnya pengelolaan lebih pada penekanan :Menurut McLeod, 1995 ( seorang
pakar management ) : Seseorang harus mengelola lima jenis sumber daya utama
yaitu :
- Manusia
- Material
- Mesin
(fasilitas dan energi)
- Uang
(capital)
- Informasi
( data )
Selain itu
terdapat pula factor -faktor non-ekonomi dalam pembangunan yang sudah sejak
lama ditekankan oleh banyak penulis pembangunan ekonomi.
Marx adalah
salah seorang yang jauh melampaui batas-batas ilmu ekonomi tradisional dalam
menganalisa proses perkembangan. Namun, walaupun perubahan-perubahan ekonomi
melibatkan pula fenomena-fenomena sosio-politik seperti misalnya perjuangan
kelas, jurusan pokok dan hubungan sebab-akibat dalam sistem Marx masih bertolak
dan faktor-faktor ekonomi menuju ke kondisi-kondisi kebudayaan.
Max Weber
merupakan salah satu contoh penulis yang ingin membalikkan hubungan sebab
akibat ini. Ia yakin bahwa dengan tekanan utama pada kerja dan gairah (etika
Calvinistis) merupakan unsur pokok yang menyebabkan berhasilnya perkembangan
kapitalisme di dunia Barat.
Di antara
yang lain-lain yang juga memberi tekanan pada arti pentingnya faktor-faktor
non-ekonomi sebagai penentu pertumbuhan ekonomi terdapat Parsons, Veblen,
Spengler dan Toynbee.
Salah satu
garis pemikiran yang paling menarik dan paling berambisi dewasa ini mengenai
peranan faktor-faktor non ekonomi dalam pembangunan berpusat pada munculnya
jenis kepribadian yang “kreatif” atau “berhasil”. Mereka yang memiiki
kepribadian semacam mi tampaknya menjadi pencetus pembaruan serta kemajuan
ekonomi.
Menurut
Hagen pada masyarakat tradisional yang didasarkan atas golongan petani, di mana
tidak terdapat pertumpuhan ekonomi yang berarti. Masyarakat semacam ini
terkikat oleh adat, kebiasaan dan tata susunannya, dan tidak produktif. Jenis
kepribadian yang dominan, baik di kalangan petani mapun dalam golongan elite,
adalah kepribadian yang otoriter.
Dalam realitas,
pada akhirnya kita berbicara pada pertanyaan siapa yang mengelola dan apa
yang dikelola. Dimana posisi pemerintah adalah sebagai manajerialnya.
Pada Syarat
– syarat dibentuknya suatu daerah antara lain :
- Mampu
membiayai daerahnya sendiri ( kemampuan ekonomi )
- Memenuhi
jumlah penduduk yang ditentukan
- Luas
daerah yang dikaitkan dengan kapadatan penduduk.
- Membina
dan turut memperhatikan pertahanan dan keamanan bangsa
- Membina
kestabilan politik dan kesatuan bangsa.
- Dapat
melaksanakan pembangunan di daerahnya.
Dan
pembangunan di suatu Negara harus memenuhi 10 hak dasar manusia yaitu :
- Hak
atas pangan
- Hak
atas kesehatan
- Hak
atas pendidikan
- Hak
atas pekerjaan dan kesempatan berusaha,
- Hak
atas perumahan dan tempat tinggal yang layak.
- Hak
atas air bersih dan sanitasi.
- Hak
atas tanah.
- Hak
atas sumber daya alam dan lingkungan hidup.
- Hak
atas rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan.
- Hak
untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik.
Maka diatas
sudah jelas bahwa yang dikelola adalah sumberdaya alam dan yang mengelola
adalah pemerintah, untuk itu diperlukan sebuah dasar pengelolaan dengan
menggunakan managemen. “ Managemen yaitu proses yang terdiri dari rangkaian
kegiatan. perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengendalian / pengawasan
yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan melalui
pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya “.
Untuk dapat
menghadapi tantangan-tantangan Lingkungan dan perubahan Paradigma tersebut,
seseorang harus memiliki tiga kemampuan manajemen yang mencakup :
- Kemampuan
teknik (technical) è merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan
khusus atau keahlian.
- Kemampuan
Manusiawi (human) è Merupakan kemampuan untuk bekerja dengan, mengerti dan
memotivasi orang lain baik individu maupun kelompok.
- Kemampuan
Konseptual (conceptual) è merupakan kemampuan mental untuk menganalisis
dan mendiagnosis situasi yang kompleks.
Sesuai
dengan keberadaan manusia dan alam, maka manusia dituntut untuk mampu survive(
bertahan Hidup). Karena Tuhan menciptakan akal dalam diri manusia, kemudian
berkembanglah berbagai pengetahuan yang bisa digunakan manusia untuk mencapai
apa yang diinginkan. Dan bertebaranlah segala ilmu yang menjadi dasar berpijak
manusia untuk mengelola alam disekitarnya untuk kepentingan hidupnya. Dari
dasar ilmu itulah maka berkembang alat-alat yang digunakan untuk memudahkan
tugas-tugas dan pekerjaan manusia. Mereka teridiri dari berbagai bidang
keilmuan; ekonomi, tehnik, agama, politik, administrasi, kesehatan, pertanian,
astronomi,fisika, biologi, kedokteran, geologi, pemerintahan, sastra/bahasa,
seni dan sebagainya yang berguna bagi masa depan manusia.
Namun semua
itu pada satu tujuan adalah peningkatan ekonomi, maka ekonomi merupakan tujuan
akhir dalam setiap perjuangan manusia. Selanjutnya pada bidang-bidang ilmu
seperti tehnik, agama, politik, administrasi,kesehatan, pertanian, astronomi,
fisika, biologi, kedokteran, geologi, pemerintahan, sastra/bahasa, digunakan
manusia untuk memperoleh penghasilan untuk melanjutkan kehidupannya. Ilmu-ilmu
tersebut digunakan sebagai sarana penciptaan alat, pemersatu, penyambung hidup
dll.
Keahlian
Tehnik
Siapapun
bisa sebagai pencipta alat yang digunakan manusia, seorang sarjana tehnik atau
enginer dibekali suatu ilmu untuk bisa menghasilkan alat yang bisa digunakan
manusia mempermudah pekerjaannya. Maka banyak alat-alat, bangunan dan mesin
yang kita gunakan setiap hari merupakan hasil ciptaan para Insinyur.
Definisi
dari Keahlian Tehnik (engineering) > dititik beratkan pada mission para
insinyur untuk merubah atau mentransfer sumber-sumber alam untuk kepentingan
masyarakat banyak. Jadi keahlian tehnik bukanlah suatu ilmu pengetahuan, akan
tetapi adalah suatu penerapan dari pada ilmu pengetahuan. Keahlian tehnik
adalah suatu seni yang merupakan komposisi antara ketrampilan dan kecerdasan
(skill and ingenuity) dalam usaha merubah ilmu pengetahuan untuk kegunaan umat
manusia.
Ilmu Ekonomi
Dalam ilmu
ekonomi kita mengenal,
- Ekonomi
manajemen > aspek kajian manajerial / pengelolaan, organisasi dan kepemimpinan.
- Ekonomi
Akuntansi > aspek kajian akuntabilitas keuangan
- Ekonomi
Mikro > aspek kajian perekonomian perkapita masyarakat sector
riil.
- Ekonomi
Makro > aspek kajian perekonomian Nasional, Bilateral, Internasional
dan Multilateral
- Produksi
> aspek kajian penciptaan produk kebutuhan masyarakat
- Pemasaran
> aspek kajian pasca produksi, distribusi barang/produk ke
konsumen
- Tenaga
Kerja > aspek kajian
sumber daya manusia sebagai factor produksi
Keahlian
Tehnik dan Manajemen ( pengelolaan )
Karena
seorang insinyur mempunyai kemampuan dalam menciptakan maka diperlukan sebuah
landasan manajemen dalam setiap hasil karyanya, sehingga bias berguna dalam
jangka waktu yang lama :
- Planning
( perencanaan
) : dalam tahapan
proses ini terdapat juga data yang diperlukan yaitu :
- Analisis
dampak lingkungan
-
antisipasi Pencemaran lingkungan
- Study
kelayakan (analisis Mikro dan Makro )
-
efisiensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia
-
efisiensi waktu biaya yang akan digunakan
-
Marketable
-
Dampak ekonomi dan sosial
- Organising
: dalam tahapan proses ini seorang
insinyur harus mampu mengelola kelompok atau team, agar dalam perjalanan
proyek tersebut tepat sasaran, target dan tujuannya
- Actuating
(pelaksanaan )
: Setelah tahapan 1 dan 2 berhasil maka selanjutnya adalah tahapan
pelaksanaan dari proyek tersebut ( pribadi/intitusi )
- Controling
( Pengawasan & Pengendalian)
: pada tahapan ini, adalah menjaga dan mengawasi proyek yang sedang
dikerjakan, hal ini berguna kalau sewaktu-waktu ada reaksi atau perubahan
mendadak yang membutuhkan langkah alternative untuk menyelamatkan proyek
akan dikerjakan.
Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam proses keahlian tehnik adalah :
- Penentuan
Pembiayaan
-
Biaya Overhead pabrik
-
Penentuan HPP / harga persatuan barang.
- Memperhatikan
kebutuhan masyarakat yang paling mendesak
- Memanfaatkan
potensi-potensi strategis yang ada di sekitarnya
- Pemeliharaan
/ maintenance dari hasil karya yang dibuat
- Hasil
Karya tersebut memang betul-betul berguna dan bermanfaat bagi umat
manusia.
Beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam proses keahlian tehnik adalah :
1. Hasil
Karya tersebut memang betul-betul berguna dan bermanfaat bagi umat manusia.
2.
Memperhatikan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak
3. Memiliki
Visi dan Misi Positif untuk kepentingan masyarakat ( Tataran Moralitas SDM )
4.
Memanfaatkan potensi-potensi strategis yang ada di sekitarnya
5.
Pemeliharaan / maintenance dari hasil karya yang dibuat
6. Penentuan
Pembiayaan
- Biaya
Overhead pabrik
- Penentuan
HPP / harga persatuan barang.
Pengetahuan
dan wawasan yang dibutuhkan yaitu :
- Pengetahuan
tentang Mikro ekonomi
a.
Perdagangan sektor riil
b.
Pendapatan Perkapita masyarakat
2.
Pengetahuan tentang Makro ekonomi
a.
Perundangan-undangan
b.
Perkembangan ekonomi global
c. Situasi
politik dan kekuasaan
Sekilas >
Dalam Ekonomi Mikro kita mengenal Hukum Permintaan
Kurve
permintaan untuk pelbagai macam barang dan jasa tidak semuanya tepat sama.
-
Kalau harga naik, jumlah yang mau dibeli berkurang
-
Kalau harga turun, jumlah yang mau dibeli bertambah
Gejala ini
dikenal dengan nama Hukum Permintaan, yang dapat dirumuskan sbb.: Orang
cenderung membeli lebih banyakpada harga rendah daripadapada harga tinggi.
Disehut “hukum” karena merupakan gejala umum yang sulit dicari perkecualiannya.
Hal ini
terjadi karena Hukum permintaan menunjuk pada fakta bahwa, kalau harga suatu
barang/jasa naik, jumlah yang akan dibeli cenderung menjadi Iebih sedikit,
sedang kalau harganya turun, jumlah yang mau dibeli oleh masyarakat akan lebih
banyak. Sekarang kita her- tanya: mengapa terjadi demikian? Apa sebabnya jumlah
yang mau dibeli berkurang bila harga barang itu naik, dan bertambah bila
harganya turun? Pada dasarnya ada tiga alasan yang dapat menjelaskan gejala
tsb.:
I. Pengaruh
penghasilan (Income effect)
Kalau harga
suatu barang naik, maka denganjumlah penghasilan uang yang sama orang terpaksa
hanya dapat membeli barang lebih sedikit. Sebaliknyajika harga barang tu turun,
dengan penghasilan yang sama orang dapat membeli lebih banyak dan barang ybs.,
(dan mungkinjuga dan barang-barang lain pula), sebab penghasilan realnya naik.
Misalnya
datam contoh di atas: pada harga beras Rp 400-/kg, keluarga ybs. dapat membeli
50kg beras perbulan. Tetapi kalau harga beras naik menjadi Rp 500, 1kg,
denganjumlah uang yang sama rncrcka hanya dapat membeli 40 kg beras per bulan.
Hal yang
sama berlaku tidak hanya untuk permintaan individual tetapi juga untuk
permintaan pasar. Kalau harga suatu barang naik (ceteris paribus), Iebih
sedikit warga masyarakat yang mampu membelinya dengan penghasilan mereka.
Sebaliknya jika harga barang tertentu turun (ceteris paribus), semakin banyak
orang yang dulu tidak mampu membelinya sekarang akan dapat menjangkaunya,
sehingga jumlah pembeli bertambah banyak. Hal ini disebut “income effect’:
2. Pengarub
substitusi (Substitution effect)
Jika harga
suatu barang naik, orang akan mencari barang lain yang fungsinya sama tetapi
harganya lebih murah. Penggantian ini dengan istilah teknis disebut substitusi.
Maka gejala ini disebut “substitution effect”.
3.
Penghargaan subyektif (Marginal Utility)
Andaikan
seseorang hanya mernpunyai satu pasang sepatu saja. Maka ia akan menilai
sepatunya itu lebih tinggi daripada scandainya ia mempunyai sepuluh pasang.
Kalau sepatunya itu rusak ia akan bersedia mengeluarkan uang untuk membeli
sepasang sepatu yang barn, walau harganya mahal. Sebaliknya kalau orang
mempunyai sepuluh pasang sepatu, ia tidak akan merasa kerugian besar kalau
kehilangan satu pasang sepatu, dan ia tidak begitu bersedia mengeluarkan uang
untuk membeli sepatu lebih banyak lagi. Jadi makin banyak dan satu macam barang
tertentu yang telah dimiliki, makin rendah penghargaan kita terhadap barang
itu.
Sekilas >
Dalam Ekonomi Makro
- Krisis
keuangan Global,
- Perdagangan
Bebas,
- Kenaikan
Harga minyak,
- Fluktuasi
harga saham yang tidak menentu,
- Perang
Labels: materi
>






