MA’RIFATUR RASUL
Sunday, June 16, 2013 | 0 comment(s)
MA’RIFATUR RASUL
Tugas Para Rasul
Keterangan
Tugas rasul (wazhifatur-rasul)
secara umum seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an adalah mengemban risalah
dakwah dan menegakkan agama Allah. (QS 5:67, QS 42:13-15)
1. Mengemban risalah dakwah (hamlun
risalatid-da’wah) (QS 5:67, QS 33:39). Rangkaian tugas dalam hal ini adalah :
- Mengenalkan Sang Pencipta (ma’rifatul khaliq) kepada
umatnya melalui ayat-ayat qauliyah maupun kauniyah. (QS 41:53, QS 3:190)
- Mengajari umatnya cara beribadah yang benar (kaifiyatul
‘ibadah)
- Menyampaikan pedoman hidup (minhajul hayah) (QS 3:19)
- Mendidik umatnya (at-tarbiyah) dengan arahan dan
nasihat-nasihat (taujihun wa nashihatun) hingga menjadi muslim yang
berkarakter.
2. Menegakkan agama Allah
(iqmatud-dinillah) (QS 42:13-15). Tegaknya sistem (agama) bermula dari
kedaulatan hukum. Maka tugas rasul yaitu :
- Menegakkan khilafah (iqamatul khilafah) (QS 24:55, QS
48:27)
Manusia mendapat kepercayaan dari
Allah untuk memakmurkan bumi, konsekuensinya adalah ia harus menegakkan
syari’at/aturan Allah agar terwujud kemaslahatan umat manusia.
- Mencetak kader (bina’urrijal) (QS 3:`104)
Untuk memperjuangkan dan membela
agama ini, dibutuhkan kader-kader yang militan.
- Memandu dakwah islamiyah (minhajud-da’wah) (QS 3:159)
Rasul bertugas mengajarkan panduan
dalam mendakwahkan agama Allah kepada para pengikut dan pewarisnya.
- Menerapkan risalah yang dibawanya (tathbiqur-risalah)
(QS 2:208, QS 6:162)
Rasul bertugas memberi teladan dalam
mengimplementasikan risalah Islam dalam kehidupan.
Sifat Para Rasul
Sifat Para Rasul
Tujuan materi
Peserta mampu :
- Memahami sifat-sifat dasar yang pasti dimiliki oleh
setiap Rasul dan dapat menunjukkan contoh masing-masing sifat tersebut
pada pribadi Muhammad saw
- Memahami keagungan budi pekerti Muhammad saw sebagai
pribadi Qur’ani dan hasil tarbiyah Rabbaniyah
- Memahami bahwa Rasulullah adalah uswatun hasanah bagi
kaum muslimin.
Keterangan
Sifat Rasul yaitu :
- Manusia biasa (al-basyariyah) (QS 14:11). Rasul adalah
manusia biasa, bukan malaikat atau jin, sehingga keberadaannya wajar dan
amanah yang diembannya pun bukan sesuatu yang tak terjangkau kemampuan
manusia unutuk melaksanakannya.
- Terpelihara dari kesalahan dan dosa (al-‘ishmah) (QS
5:67, QS 66:1). Sebagaimana manusia biasa, beliau mungkin pernah salah
atau keliru. Namun kesalahannya segera diluruskan oleh Allah SWT.
- Jujur (ash-shidq) (QS 39:33, QS 53:3-4). Jujur adalah
sifat utama yang harus dimiliki setiap rasul. Rasulullah adalah orang yang
sangat jujur dan tidak pernah berdusta. Hal itu diakui semua orang
bahkan orang kafir sekalipun.
- Cerdas (al-fathanah) (QS 48:27). Kecerdasan adalah
sifat utama seorang rasul. Inilah yang menjadikan kaumnya lega dengan
keputusan dan kebijakan sang rasul.
- Amanah (al-amanah) (QS 4:58). Sebelum masa kenabian,
Rasulullah telah dipercaya masyarakatnya dan dijuluki sebagai al-amin
(yang terpercaya).
- Tabligh (at-tabligh) (QS 5:67). Seorang rasul bertugas
menyampaikan risalah Allah kepada manusia. Dalam menyampaikan perintah
itu, beliau telah menunaikan tugasnya dengan baik dan tuntas hingga beliau
wafat.
- Komitmen (al-iltizam) (QS 17:74, QS 68:1-8). Dalam gaya
hidup sederhana (zuhud), perjuangan, ibadah, muamalah, dan lain-lain.
Beliau adalah teladan sempurna yang menunjukkan komitmen terhadap syari’at
Allah. Al-Qur’an mensifati Rasulullah dengan akhlak yang agung (‘ala
khuluqin ‘azhim) (QS 68:4). A’isyah ra. mengatakan bhawa akhlak beliau
adalah representasi Al-Qur’an (akhlaqul qur’an). Karena itulah Allah
menjadikannya sebagai suri teladan yang terbaik bagi siapa saja yang
mengharap ridha-Nya (uswatun hasanah) (QS 33:21)
Karakteristik Risalah Rasulullah
saw.
Tujuan materi
Peserta mampu :
- Memahami keistimewaan misi risalah Rasulullah dan
perbedaannya dengan risalah rasul-rasul sebelumnya.
- Menunjukkan dan menjelaskan inti dari risalah Muhammad
saw.
- Menyadari perannya sebagai penerus risalah jihad
sehingga termotivasi untuk berdakwah di jalan Allah.
Keterangan
Karakteristik kerasulan Nabi
Muhammad saw (khasaishur-risalati Muhammad saw.) mirip dengan karakteristik
Islam, yaitu :
- Beliau saw. adalah penutup para nabi (khatamul anbiya’)
(QS 33:40, QS 40:78, QS 4:163-164, QS 6:84-86). Sebagai nabi terakhir,
risalahnya adalah yang terakhir pula.
- Risalahnya menghapus risalah sebelumnya
(nashikhur-risalati) (QS 33:40, QS 61:8, QS 34:28, QS 21:107). Dengan
risalah yang terakhir ini, risalah sebelumnya tidak berlaku lagi.
- Membenarkan nabi-nabi sebelumnya (mushaddiqul anbiya’)
(QS 61:8-9). Perbedaan beliau dengan nabi-nabi sebelumnya hanya ada pada
sebagian isi syariat karena zaman dan kebutuhan yang berbeda. Karenanya
risalah beliau membenarkan nabi-nabi sebelum beliau.
- Menyempurnakan risalah-risalah sebelumnya
(mukammilur-risalati)
- Risalahnya untuk seluruh umat manusia (kaafatu lin-nas)
(QS 34:28). Jika nabi-nabi sebelum beliau diutus kepada kaumnya secara
khusus, maka Rasulullah saw diutus untuk seluruh manusia hingga hari
kiamat.
- Sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatun lil ‘alamin)
(QS 21:107). Risalah beliau yang sempurna merupakan rahmat Allah untuk
seluruh alam : umat islam maupun non islam. Bahkan hewan, tumbuhan dan
benda-benda mati pun merasakannya. Rasulullah saw bersabda, “Aku adalah
rahmat yang dihadiahkan (untuk alam semesta).”
Kewajiban Kita kepada Rasulullah
saw.
Tujuan materi
Peserta mampu :
- Memahami persaksian “Muhammad adalah Rasulullah” dan
termotivasi untuk merealisasikannya.
- Menjelaskan kewajiban seorang mukmin terhadap
Rasulullah saw.
- Menyadari perannya sebagi kader dakwah pelanjut risalah
Rasulullah saw.
Keterangan
Persaksian atas kenabian Muhammad
saw menuntut konsekuensi:
- Membenarkan apa yang disampaikannya (tashdiquhu fima
akhbara) (QS 39:33). Apa yang beliau katakan bukanlah hawa nafsunya,
melainkan wahyu Allah. Maka seorang muslim wajib membenarkan apa yang
beliau sampaikan itu.
- Menaati perintahnya (tha’atuhu fima amara) (QS 24:51,
QS 5:7, QS 4:115). Apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya dilaksanakan
semaksimal kemampuan kita.
- Menjauhi apa yang dilarangnya (ijtinabu ma nafa’anhu)
(QS 59:7)
- Tidak beribadah kecuali dengan apa yang disyariatkannya
(la na’budullah illa bima syara’a) (QS 4:80)
Selanjutnya kewajiban seorang mukmin
kepada Rasulullah saw (wajibuna nahwar-rasul saw) adalah :
- Mengimaninya (al-imanu bihi) (QS 61:10-11). Beriman
kepada Allah berarti harus beriman kepada Rasul.
- Mencintainya (mahabbatuhu). Lebih mencintai Allah dan
Rasul-Nya dibanding cinta kepada yang lain bahkan kepada dirinya sendiri
adalah tanda kesempurnaan iman.
- Mengagungkannya (ta’zhimuhu) (QS 48:7-9). Sudah
semestinya beliau diagungkan karena kemuliaannya. Namun pengagungan ini
tidak boleh sampai mengkultuskannya.
- Menolong dan membelanya (nushratuhu wa ta’ziruhu) (QS
9:40, QS 61:14)
- Mencintai para pecintanya (mahabbahu man ahabbahu) (QS
48:29)
- Menghidupkan sunnahnya (ihya’u sunnah) (QS 3:132). Baik
dalam ibadah umum maupun khusus yang diajarkan beliau, hendaknya
dihidupkan dan dibudayakan agar hidup kita diberkahi Allah Swt.
- Memperbanyak shalawat kepadanya (iktsarush-shalawat)
(QS 33:56). Tanda cinta dan bangga kepada Rasulullah antara lain
dibuktikan dengan memperbanyak shalawat atas beliau. Bahkan ketika kita
mendengar nama beliau disebut kita mesti menyahutnya dengan bacaan
shalawat.
- Mengikuti manhajnya (ittiba’u manhajihi) (QS 33:31).
Ajaran beliau adalah bagian dari sistem Islam untuk mengatur segala aspek
kehidupan.
- Mewarisi risalahnya (wiratsatu risalatihi) (QS 48:28).
Mewarisi risalahnya adalah dengan menjaga, membela, dan memperjuangkan
risalah beliau (dakwah dan jihad).
>






