organisasi dalam perusahaan
Sunday, June 16, 2013 | 0 comment(s)
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Organisasi
adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat luas, sebab hampir di
setiap lapisan masyarakat memiliki organisasi untuk menjalankan suatu tujuan
yang ingin dicapai, salah satunya yaitu dalam suatu perusahaan. Setiap orang memiliki
dasar untuk memimpin yang juga merupakan bagian dari organisasi, paling tidak
setiap masing-masing orang memimpin dirinya sendiri dalam menjalankan kehidupan
sehari-hari. juga tata kerja dalam pembagian tugas baik secara individual
,maupun social (bersama-sama). Maka dari itu penting bagi kita, mempunyai
pengetahuan tentang organisasi, Agar dapat mengembangkan potensi diri sebaik
mungkin, terutama dalam keorganisasian.
Judul makalah ini dipilih karena ilmu organisasi sangat
penting bagi suatu perusahaan yaitu demi tercapainya tujuan perusahaan
tersebut.
2.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
Latar belakang diatas,dalam makalah ini permasalahan yang diangkat yaitu :
a.
Apa pengertian organisasi dalam makna luas?
b.
Pentingnya unsur organisasi
c.
Pentingnya struktur organisasi dalam perusahaan
PEMBAHASAN
I.
Pengertian Organisasi
Pengertian organisasi
menurut para ahli yaitu sebagai berikut
:
A. James
D.Monney
Menyatakan
bahwa organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai suatu
maksud bersama (tujuan umum)
B. Kamus
Admnistrasi
Organisasi
adalah suatu sistem usaha kerjasama daripada sekelompok orang untuk mencapai
tujuan bersama
C. Chester
I.Barnard
Organisasi
adalah suatu sistem mengenai usaha-usaha kerjasama yang dilakukan oleh 2 orang
atau lebih
D. Prof.
Dr.Sondang P.Siagian,MPA
Organisasi
adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama
untuk suatu tujuan bersama dan terikat seara formal dalam persekutuan, dimana
selalu terdapat hubungan antara seorang atau sekelompok orang-orang yang
disebut pimpinan dan seorang atau sekelompok orang lain yang disebut bawahan.
E.
Prof. John D.millet
Organisasi
adalah orang-orang yang bersama-sama menyelenggarakan kerja untuk mencapai
suatu tujuan terhimpun dalam suatu organisasi
II.
Unsur-Unsur Organisasi
A. Manusia
Man
(orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut
dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari
semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya
terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi
dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai
dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua
itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
B.
Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
C.
Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan
tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik
akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa
yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan
(policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation)
yang telah ditetapkan.
D. Peralatan (Equipment)
Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari
semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya
(tanah, gedung/bangunan/kantor).
E.
Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan
teknologi.Termasuk dalam unsur lingkungan,antara lain
a. Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak
a. Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak
langsung berpengaruh terhadap daya gerak kehidupan organisasi,
karena kondisi atau situasi akan selalu mengalami perubahan.
b. Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah
b. Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah
komunikasi dan transportasi yang harus dilakukan oleh organisasi.
c. Wilayah
operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi.
F. Kekayaan Alam
Yang termasuk dalam kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim, udara,
air, cuaca (geografi, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan fauna.
III. Bentuk-bentuk Organisasi
a.
ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
Diciptakan
oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang
menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan. Organisasi ini sering disebut dengan
organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil.
Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Ciri-ciri:
·
Hubungan antara atasan dan
bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
·
Jumlah karyawan sedikit
·
Pemilik modal merupakan
pemimpin tertinggi
·
Belum terdapat spesialisasi
·
Masing-masing kepala unit
mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
Keuntungan-keuntungan
penggunaan organisasi tipe garis adalah :
1.
Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik, karena pimpinan berada ditangan
satu orang.
2.
Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
3.
Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
4.
Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat,
karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit atau tidak ada sama
sekali.
5.
Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung
berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan
dilaksanakan
6. Rasa solidaritas diantara karyawan umumnya
tinggi,karena saling mengenal
Kelemahan-kelemahan
organisasi garis yaitu :
1.
Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan
organisasi.
2.
Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena segala sesuatunya
ditanggung sendiri.
3.
Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung
bersikap kaku (tidak fleksibel).
4.
Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil
inisiatif sendiri.
b.
ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz
komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para
staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran,
data informasi yang dibutuhkan.
Ciri-ciri:
·
Hubungan atasan dan bawahan
tidak bersifat langsung
·
Pucuk pimpinan hanya satu
orang dibantu staff
·
Terdapat 2 kelompok wewenang
yaitu lini dan staff
·
Jumlah karyawan banyak
Keuntungan
penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
1.
Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2.
Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
3.
Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada
organisasi besar maupun kecil.
4. Pengembangan bakat segenap anggota
organisasi terjamin.
5. Disiplin dan gairah kerja karyawan pada
umumnya tinggi.
Kelemahan-kelemahan
dari bentuk Organisasi garis dan staf:
1.
Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan
nasihat
2.
Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal.
3.
Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas
yang dilaksanakannyalah yang penting.
c.
ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
Diciptakan
oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam
pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang
menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Ciri-ciri:
·
Pembidangan tugas secara
tegas dan jelas dapat dibedakan
·
Bawahan akan menerima
perintah dari beberapa atasan
·
Pekerjaan lebih banyak
bersifat teknis
Keuntungan-keuntungan
menggunakan organisasi fungsional :
1.
Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
2.
Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
3.
Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
Kelemahan-kelemahan
organisasi fungsional :
1.
Pekerjaan seringkali sangat membosankan
2.
Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya
memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
3.
Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi
menyeluruh sulit dan sukar dilakukan
d.
ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari
pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang
pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan
wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan
operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa
memandang eselon atau tingkatan.
Ciri-ciri:
·
Tidak tampak adanya perbedaan
tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
·
Terdapat spesialisasi yang
maksimal
·
Tidak ditonjolkan perbedaan
tingkatan dalam pemabagian kerja
Kebaikan
organisasi Lini dan fungsional :
1.
Solodaritas tinggi
2.
Disiplin tinggi
3.
Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
4.
Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan
Sedangkan
keburukannya adalah :
1.
Kurang fleksibel dan tour of duty atau perpindahan pekerjaan sukar dijalankan,
sebab spesialisasi sangat rinci.
2.
Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih
dari satu orang.
3.
Spesiaisasi memberikan kejenuhan.
PENUTUP
a. Kesimpulan
Organisasi adalah struktur tata
pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang
pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai
suatu tujuan tertentu.
Organisasi
terbentuk karena beberapa unsur:
1) Manusia
2) Kerjasama
3)
Tujuan Bersama
4)
Peralatan
(Equipment)
5)
Lingkungan
(Environment)
6)
Kekayaan Alam
Bentuk-bentuk Organisasi yaitu,
b. Saran
1) Organisasi akan berjalan dengan baik jika
batas antara atasan dengan bawahan dapat diminimalkan sehingga karyawan tidak
tertekan.
2) Atasan harus lebih banyak memberi motivasi
pada karyawan yang kurang bergairah, tidak membeda- bedakan antara karyawan
satu dengan yang lainnya serta memberi penghargaan atau apresiasi kepada
karyawan yang berprestasi
3) Sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan
baik tanpa adanya sebuah kerjasama antara satu dengan yang lainnya, maka dari
itu kerjasama sangat berperan penting dalam sebuah organisasi guna terwujudnya
sebuah tujuan yang hendak dicapai.
4) Untuk meningkatkan solidaritas antar sesama
anggota organisasi hendaknya suatu perusahaan juga melakukan suatu kegiatan
yang sifatnya mengakrabkan misalnya: makrab, autbond,travelling dll.
5) Suatu organisasi melakukan evaluasi tentang
kesalahan yang telah terjadi sehingga organisasi tersebut dapat lebih baik dari
sebelumnya. Untuk anggota-anggota unit tiap bulan diadakan rapat evaluasi.
Sedangkan untuk keseluruhan perusahaan diadakan rapat tahunan.
DAFTAR PUSTAKA
>






