Syumuliyatul Islam (Kesempurnaan Islam)
Sunday, June 16, 2013 | 0 comment(s)
|
Syumuliyatul Islam (Kesempurnaan
Islam)
|
|
|
|
|
Kita berbahagia dan bersyukur karena Allah menciptakan
kita sebagai muslim. Artinya, kita mendapatkan jaminan dari Allah Swt untuk
mendapatkan keselamatan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Keselamatan
hidup di dunia dan di akhirat akan Allah berikan manakala kita memang
benar-benar menjalankan syariat Allah Swt. Sesuai dengan nama Islam itu
sendiri, inti dari keislaman kita adalah tunduk, berserah diri, menjalankan
hukum-hukum Allah Swt. Dengan demikian, tidak ada satu pun yang mampu
mengalahkan ketinggian Islam, Al Islam ya’lua walaa yu’laa alaihi.
Kita sebagai umat Islam harus
meyakini bahwa Islam adalah agama yang syamil. Agama yang di dalamnya
terdapat kesempurnaan. Ketika kita memproklamasikan diri sebagai muslim, kita
harus berupaya sepenuh jiwa dan raga untuk melaksanakannya dengan menyeluruh,
tidak setengah-setengah (juz’iyah). Seorang muslim tidak boleh mengambil
sebagaian dan menolak sebagian. Pemahaman seperti itu adalah pemahaman yang
keliru. Hal ini bisa kita baca dalam Q.S. 2 : 208 yang berbunyi:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ
تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Artinya,”Wahai orang-orang yang
beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti
langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
Kesempurnaan yang tercipta dalam
Islam adalah kesempurnaan dalam:
1. Waktu 2. Minhaj 3. Tempat
1. Kesempurnaan dalam waktu
Islam dibawa oleh para nabi kita,
dari nabi Adam hingga nabi Muhammad Saw. Risalah yang dibawa adalah risalah
yang sama, risalah yang satu yaitu Islam. Allah berfirman,
وَمَا
أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
[21:107] "Dan tiadalah
Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."
Islam yang dibawa para nabi secara
umum dirisalahkan kepada kaumnya. Misalnya Nabi Nuh membawa risalah Islam
untuk kaum tsamud, nabi Luth untuk kaum Sodom, dan sebagainya. Sementara itu,
Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi menyempurnakan tersebarnya Islam dan
dirisalahkan untuk seluruh umat manusia di muka bumi ini dari dulu hingga
kiamat tiba.
Allah berfirman,
مَّا
كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ
وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً
[33:40] "Muhammad itu
sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia
adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu".
2. Kesempurnaan minhaj
Islam itu ibarat sebuah bangunan.
Bagian yang satu melengkapi bangunan yang lain hingga menjadi sebuah bangunan
yang kokoh.
Asas dari Islam adalah akidah yang
kuat. Hal ini erat hubungannya dengan rukun iman. Oleh karena itu,
seorang muslim yang kaffah adalah yang menempatkan akidah sebagai asasnya.
Dengan kata lain, profil pertama kali yang harus dimiliki oleh seorang muslim
adalah salimul aqidah, yakni akidah yang selamat. Sehebat apa pun ia beramal
dalam kehidupan sehari-hari, tanpa akidah yang selamat, amal yang
dilakukannya menjadi sia-sia.
Bangunan Islam adalah ibadah.
Yakni, rukun Islam. Kita menjadi muslim saat kita membuat bangunan ini. Kita
shalat dengan shalat yang benar, yaitu mendirikan shalat bukan hanya
menjalankan shalat. Kita saum dengan hanya mengharap rida Allah, kita
berzakat, berhaji. Selain ibadah, bangunan islam yang kedua adalah akhlak.
Artinya, beribadah kepada Allah tidaklah cukup. Seorang muslim pun harus
mempunyai akhlak yang baik dan mulia, baik kepada Allah Swt, manusia, dan
juga kepada alam yang telah Allah ciptakan untuk kehidupan kita di muka bumi
ini.
Penyokong atau penguat dalam
kesempurnaan minhaj ini adalah jihad dan dakwah (amar makruf nahi munkar).
Ayat-ayat Allah yang berkenaan dengan jihada dan dakwah adalah sebagai
berikut:
Q.S. 29 : 6 وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
[29:6] Dan barangsiapa yang
berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari
semesta alam
Q.S. 29 : 31
وَالَّذِينَ
جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ
الْمُحْسِنِينَ
[29:69] Dan orang-orang yang
berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan
kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta
orang-orang yang berbuat baik
Q.S. 16 : 125
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
[16:125] Serulah (manusia)
kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah
mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
3. Sempurna dalam tempat
Islam hanya mempunyai satu
pencipta, yaitu Allah Swt. Allahlah yang menciptakan alam beserta isinya.
Segenap makhluk yang berada di muka bumi ini baik yang tampak maupun tidak
tampak sudah seharusnya menyerahkan dirinya kepada Allah Swt. Kasih saying
Allah lah yang menyebabkan kitasebagai muslim. Dan sudah tentu, manakala kita
benar-benar menjalankan Islam, kita akan mendapatkan keberuntungan yang
nyata, yakni bahagia di dunia dan akhirat.
Allah berfirman,
وَإِلَـهُكُمْ
إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
[2:163] Dan Tuhanmu adalah
Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang.
إِنَّ
فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا
أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ
مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ
وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ
يَعْقِلُونَ
[2:164] Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang
berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah
turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi
sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan,
dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi;
sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang
memikirkan.
Semoga Allah Swt menetapkan kita
sebagai pribadi muslim yang benar-benar istiqomah menjalankan keislamannya. Hanya
umat yang taatlah yang akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.
Wallahualam bishawab.
|
>






